Pages

Senin, 28 Februari 2011

Dampak Budaya Barat Terhadap Budaya Indonesia

0 komentar

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Manusia dan kebudayaan tidak bisa dilepaskan karena kebudayaan bisa menceritakan sejarah manusia, kebudayaan bisa menceritakan peradaban manusia dari zaman megalitikum sampai zaman postmodern seperti sekarang ini.

Asal kata kebudayaan atau budaya diadaptasi dari bahasa sansakerta, yaitu buddhayah. Budaya sendiri adalah bentuk jamak dari kata tunggal Buddhi yang berarti akal. Jadi kebudayaan adalah istilah yang berkaitan dengan akal dan budi manusia yang menyangkut perilaku dan hasil cipta karya manusia itu sendiri.

Sementara dalam bahasa inggris kebudayaan disebut dengan culture yang mereka adaptasi dari bahasa latin yaitu colere, dalam bahasa latin sendiri arti dari colere adalah mengolah atau mengerjakan. Jadi, arti dari culture adalah sesuatu yang diolah dan dikerjakan manusia. Nah, culture sendiri diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia menjadi kultur yang artinya kebiasaan atau tradisi.

Budaya atau kebudayaan manusia adalah cara hidup yang berkembang dan dilakukan oleh sebuah kelompok masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Sebuah kebudayaan biasaya terbentuk melalui hubungan antar individu dalam kelempok tersebut yang saling membutuhkan.

Kebudayaan adalah suatu pemetaan cara hidup yang holistik. Jadi budaya itu bersifat menyeluruh, abstrak, arbitrer (mana suka), dan sangat luas . Ilmu budaya bukan ilmu pasti tetapi ilmu intuisi, karena semua yang bersifat budaya bukan masalah salah dan benar tetapi masalah baik dan buruk. Budaya itu adalah ilmu kompleks banyak aspek yang turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsurnya meliputi banyak kegiatan individu manusia dan kegiatan sosial manusia.

Kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan kebudayaan yang majemuk dan sangat kaya ragamnya. Perbedaan yang terjadi dalam kebudayaan Indonesia dikarekan proses pertumbuhan yang berbeda dan pengaruh dari budaya lain yang ikut bercampur di dalamnya.
Pengaruh Budaya dari Tmur yang berasal dari Daratan Cina dan India berupa ajaran agama Budha dan Hindu. Selanjutnya masuk pengaruh budaya islam yang di bawa oleh orang Gujarat.

Kebudayaan Eropa dibawa ke Indonesia melalui hubungan dagang dan melalui penjajahan yang dilakukan oleh Bangsa Perancis, Inggris dan Belanda. Akibat dari hubugan tersebut kebudayaan Eropa turut mempengaruhi perkembangan kebudayaan di Indonesia.

Diera post moden atau lazim di sebut era globalisasi pengaruh budaya luar lebih kompleks lagi, bukan hanya sekedar agama dan seni saja akan tetapi menyangkut budaya etika dan moral, karena di era ini segala sesuatu serba mudah. Seakan dunia ini tanpa batas dan jarak.

Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. .

Contoh sederhana pengaruh globalisasi yaitu dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan terjadi interaksi antarmasyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain

Dengan masuknya budaya luar tersebut tentunya mempunyai dampak terhadap budaya setempat baik budaya yang positiv maupun budaya yang negative.

B. TUJUAN

Tujuan disusunnya makalah ini adalah:

1. Meninjau kronologi masuknya kebudayaan luar baik kebudayaan timur maupun kebudayaan barat terhadap budaya Indonesia .

2. Menganalisa dampak kebudayaan luar terhadap kebudayaan Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN MASALAH

A. KRONOLOGI MASUKNYA KEBUDAYAN LUAR BAIK KEBUDAYA-

AN TIMUR MAUPUN KEBUDAYAAN BARAT

Secara kronologis perkembangan kebudayaan (budaya) Indonesia ditandai dengan masuknya budaya luar ke Indonesia. Dimana budaya-budaya tersebut mampu memperkaya khasanah budaya kita akan tetapi tidak semua budaya luar itu baik dan tidak pula semua jelek. Dalam hal ini penulis mengelompokan masuknya budaya luar terhadap budaya Indonesia kedalam beberapa kurun waktu, antara lain :

1. Kebudayaan Zaman Prasejarah

Masuknya kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Kebudayaan tersebut yaitu Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh, dan Kebudayaan India. Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh terdapat di daerah Vietnam bagian Utara dan Selatan.

Masyarakat Dongson hidup di lembah Sungai Ma, Ca, dan Sungai Merah, sedang masyarakat Sa Huynh hidup di Vietnam bagian Salatan. Ada pada tahun 40.000 SM- 500 SM. Kebudayaan tersebut berasal dari zaman Pleistosein akhir. Proses migrasi ke tiga kebudayaan tersebut berlangsung antara 2000 SM-300 SM. Menyebabkan menyebarnya migrasi berbagai jenis kebudayaan Megalithikum (batu besar), Mesolitikum (batu madya),Neolithikum (batu halus), dan kebudayaan Perunggu.

2. Kebudayaan Zaman Hindu Budha

Pengaruh budaya India di Indonesia sangat besar bahkan begitu mudah diterima di Indonesia hal ini dikarenakan unsur-unsur budaya tersebut telah ada dalam kebudayaan asli bangsa Indonesia, sehingga hal-hal baru yang mereka bawa mudah diserap dan dijadikan pelengkap.

Pengaruh budaya india tampak pada seni bangunan, seni sastra, pemerintahan ,agama,seni hias, seni pahat dan lain-lain.

Akulturasi dalam seni bangunan tampak pada bentuk bangunan candi. Di India, candi merupakan kuil untuk memuja para dewa dengan bentuk stupa. Di Indonesia, candi selain sebagai tempat pemujaan, juga berfungsi sebagai makam raja atau untuk tempat menyimpan abu jenazah sang raja yang telah meninggal. Candi sebagai tanda penghormatan masyarakat kerajaan tersebut terhadap sang raja.

Akulturasi dalam bidang seni rupa, dan seni ukir terlihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada bagian dinding candi. Sebagai contoh: relief yang dipahatkan pada Candi Borobudur bukan hanya menggambarkan riwayat sang budha tetapi juga terdapat relief yang menggambarkan lingkungan alam Indonesia. Terdapat pula relief yang menggambarkan bentuk perahu bercadik yang menggambarkan kegiatan nenek moyang bangsa Indonesia pada masa itu.

Dalam pemerintahan sebelum kedatangan bangsa India, bangsa Indonesia telah mengenal sistem pemerintahan tetapi masih secara sederhana yaitu semacam pemerintahan di suatu desa atau daerah tertentu dimana rakyat mengangkat seorang pemimpin atau kepala suku. Orang yang dipilih sebagai pemimpin biasanya adalah orang yang senior, arif, berwibawa, dapat membimbing serta memiliki kelebihan tertentu , termasuk dalam bidang ekonomi maupun dalam hal kekuatan gaib atau kesaktian.

Masuknya pengaruh India menyebabkan muncul sistem pemerintahan yang berbentuk kerajaan, yang diperintah oleh seorang raja secara turun-temurun. Peran raja di Indonesia berbeda dengan di India dimana raja memerintah dengan kekuasaan mutlak untuk menentukan segalanya. Di Indonesia, raja memerintah atas nama desa-desa dan daerah-daerah. Raja bertindak ke luar sebagai wakil rakyat yang mendapat wewenang penuh. Sedangkan ke dalam, raja sebagai lambang nenek moyang yang didewakan.

Dan dalam kepercayaan sebelum pengaruh India berkembang di Indonesia, masyarakat telah mengenal dan memiliki kepercayaan, yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang dan benda-benda besar (animisme dan dinamisme). Ketika agama dan kebudayaan Hindu-Budha tumbuh dan berkembang, bangsa Indonesia mulai menganut agama Hindu-Budha meskipun unsur kepercayaan asli tetap hidup sehingga kepercayaan agama Hindu-Budha bercampur dengan unsur penyembahan roh nenek moyang. Hal ini tampak pada fungsi candi di Indonesia.

3. Kebudayaan Zaman Penjajahan

Masuknya kebudayaan barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia.

4. Kebudayaan Zaman Modern ( Era Globalisasi)

Gaung globalisasi, yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat), dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Simon Kemoni, sosiolog asal Kenya mengatakan bahwa globalisasi dalam bentuk yang alami akan meninggikan berbagai budaya dan nilai-nilai budaya. Dalam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Tetapi, menurut Simon Kimoni, dalam proses ini, negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. Dalam rangka ini, berbagai bangsa haruslah mendapatkan informasi ilmiah yang bermanfaat dan menambah pengalaman mereka, sehingga kita bisa lebih selektip dalam menyaring budaya –budaya yang masuk sehingga tidak merusak budaya kita yang sudah ada sebelumnya.

B. MENGANALISA DAMPAK KEBUDAYAAN LUAR TERHADAP KE

BUDAYAAN INDONESIA

Budaya adalah warisan turun temurun dari nenek moyang. Setiap Negara memiliki kebudayaan yang beragam. Indonesia adalah Negara yang sangat beragam kebudayaannya. Tetapi, kebudayaan local sudah dicampur adukkan oleh budaya asing. Banyak sekali perubahan perubahan yang terjadi akibat dari masuknya budaya asing ke dalam negeri. Biasanya, yang mudah terpengaruh adalah generasi muda di mana mereka menganggap bahwa budaya lokal adalah budaya yang ketinggalan zaman. Hal ini lama kelamaan akan mematikan budaya local yang seharusnya kita lestarikan.

Budaya barat memang sudah menguasai peradaban dunia. Semua hal sudah didominasi oleh budaya barat. Namun tidak semua peran budaya barat memberikan dampak negative terhadap budaya lokal. Sebagai contoh peran budaya asing terhadap ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat menjadikan kita sebagai warga Negara yang beretika dan mengetahui apa yang harus kita lakukan terhadap warisan budaya dari nenek moyang yang sudah mendarah daging. Dampak negatifnya adalah apabila kebudayaan baru tidak disaring terlebih dahulu tetapi diterima secara mentah oleh masyarakat karena minimnya pengetahuaan masyarakat kita dibanding mereka yang berasal dari negara maju, akibatnya budaya asli masyarakat mengalami degradasi yang luar biasa.

Kemajuan pemikiran mereka bila dipandang dari segi teknologi, memang sangat membantu kita kepada kemudahan-kemudahan hidup. Tetapi dengan kemudahan-kemudahan itu barat juga memasuki unsur pengrusakan budaya-budaya suatu negeri dengan kebudayaan mereka.

Berikut sekilas pengaruh kebudayaan luar negeri khususnya kebudayaan barat terhadap kebudayaan dalam negeri :

· Sebelum budaya asing bebas memasuki Indonesia, masyarakat Indonesia hidup berlandaskan norma norma kesusilaan tetapi sekarang di saat budaya local sangat mudah memasuki Indonesia, kebudayaan asli Indonesia lama lama terkikis dan hampir punah. Kita memang tidak dapat lepas dari penjajahan budaya barat yang terkesan jauh dari ajaran agama islam. Satu contoh adalah busana wanita yang sekarang menjadi trend dengan desain yang cendenrung menampilkan bagian tubuh wanita yang seharusnya ditutupi. Itu merupakan akibat dari penjajahan budaya barat.

· Adanya ajang pemilihan miss universe yang mengaharuskan wakil dari Negara kita mengikuti trend budaya barat yang mengenakan busana terbuka.

· Contoh lain adalah gaya pergaulan dari remaja remaja sekarang yang mengikuti trend budaya barat, tidak sedikit remaja remaja yang salah dalam bergaul, entah itu salah dalam memilih teman ataupun memang kurangnya pengetahuan norma norma agama yang dibekali oleh orang tuanya. Hal seperti ini sudah menjadi biasa bagi masyarakat Indonesia. Apalagi Kaum remaja paling rentan untuk menerima budaya asing yang bersifat negative. Yang seharusnya mereka menjadi regenerasi, tetapi mereka malah menghancurkan masa depan mereka dengan tujuan untuk gaya modern.

Bagaimanapun kita harus bangga terhadap budaya sendiri. Menjaga norma norma agama agar tetap jadi ciri khas bangsa kita. Untuk apa kita mengikuti budaya asing kalau hanya mendapatkan dampak yang negativ. Saringlah dahulu budaya budaya yang baru masuk.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Manusia dan kebudayaan tidak bisa dilepaskan karena kebudayaan bisa menceritakan sejarah manusia, kebudayaan bisa menceritakan peradaban manusia dari zaman megalitikum sampai zaman postmodern seperti sekarang ini.

Secara kronologis perkembangan kebudayaan (budaya) Indonesia ditandai dengan masuknya budaya luar ke Indonesia. Dimana budaya-budaya tersebut mampu memperkaya khasanah budaya kita akan tetapi tidak semua budaya luar itu baik dan tidak pula semua jelek.

Kronologis masuknya budaya luar terhadap budaya Indonesia antara lain : Zaman prasejarah, zaman Hindu Budha, zaman penjajahan dan zaman modern ( era global)

Zaman prasejarah ditandai dengan masuknya budaya Dongson, Menyebabkan menyebarnya migrasi berbagai jenis kebudayaan Megalithikum (batu besar), Mesolitikum (batu madya),Neolithikum (batu halus), dan kebudayaan Perunggu.

Sedangkan zaman Hindu –Budha ditandai dengan masuknya ajaran kepercayaan yaitu agama Hindu dan Budha yang di bawa oleh India, karya seni rupa ,ukir dan bangunan,kesusastraan serta pemerintahan.

Di zaman penjajahan pengaruh budaya Belanda sangat berpengaruh dengan lamanya menguasai Indonesia, termasuk dalam ilmu pemerintahan yang dipakai sampai sekarang di Indonesia.

Pada era modern (era globalisasi) masuknya budaya luar lebih kompleks lagi disebabkan karena kemajuan teknologi informatika yang semakin maju. Hal ini perlu penyaringan yang ketat dalam mensikapi budaya yang masuk.

Dengan masuknya budaya luar ke dalam budaya kita sudah barang tentu mempunyai dampak, baik dampak baik maupun dampak jelek. Dampak baik diantaranya akan bertambahnya wawasan budaya dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang di hasilkan negara-negara maju. Dampak jeleknya, kadang-kadang menganggap bahwa budaya luar lebih bagus ketimbang budaya sendiri. Sehingga tidak sedikit banyak generasi muda yang terjebak dalam pergaulan bebas.

B. SARAN

Hendaklak kita lebih jeli dan lebih selektif dalam mensikapi budaya luar yang masuk kedalam budaya kita karena pengaruh tersebut akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan budaya kita, baik budaya positiv maupun budaya negative, serta menghilangkan anggapan bahwa budaya luar lebih baik dari budaya sendiri dan mampu melestarikan budaya yang telah diturunkan oleh nenek moyang kita.

DAFTAR PUSTAKA

http://yogahoho.wordpress.com/2010/10/29/pengaruh-kebudayaan-luar-bagi-remaja/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/pengaruh-kebudayaan-luar-terhadap-budaya-dalam-negeri/

http://www.anneahira.com/perbedaan-kebudayaan-dan-peradaban.htm

http://rendhi.wordpress.com/makalah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaan-daerah/

http://isbdti.blog.uns.ac.id/2009/11/09/makalah-perubahan-kebudayaan-karena-pengaruh-dari-luar/

http://wisnusaktipermadi.blogspot.com/2009/12/pengaruh-kebudayaan-indonesia-terhadap.html

http://rinahistory.blog.friendster.com/2009/03/pengaruh-budaya-asing-bagi-budaya-bangsa-indonesia/

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

Drs. H. Sapriya,M.Ed, Dra. Susilawati,M. Pd, Drs. Sadjarudin Nurdin, M,Pd, 2009, Konsep Dasar IPS, Bandung, UPI PRESS.

Narsid Sumaatmaja, 2007, Konsep Dasar IPS, Jakarta, Unuversitas Terbuka.

Dampak Kebudayaan Luar Terhadap Kebudayaan Indonesia

0 komentar

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sejarah kehidupan manusia menjadi suatu rangkaian yang erat sepanjang kehidupan manusia. Berkaitan dengan hal tersebut maka sejarah kehidupan manusia akan berkaitan erat dengan kebudayaannya. Terutama kebudayaan asing yang telah memberikan pengaruh dalam kehidupan bangsa Indonesia dan khususnya memberikan pengaruh pada pembentukan kebudayaan Indonesia. Sejarah tersebut memberikan pelajaran dan pengalaman untuk manusia di masa sekarang dan di masa yang akan datang.

Kata budaya atau kebudayaan berasal dari Bahasa Sansakerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam Bahasa Ingggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Kebudayaan merupakan hasil pemikiran (budi) dan kerja manusia.

Kebudayaan ini terbentuk oleh beberapa unsur seperti yang di ungkapkan oleh beberapa tokoh antara lain :

  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik).

Budaya pada suatu negar akan terpengaruh oleh budaya yang datang dari luar baik budaya positiv maupun budaya yang negativ sehingga akan mengakibatkan suatu dampak terhadap budaya negara tersebut termasuk Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri, Indonesia yang terletak pada posisi yang strategis terapit oleh dua benua pengaruh budaya luar jelas akan terjadi. Bahkan bukan saat ini saja akan tetapi sejak zaman pra sejarah, zaman penjajahan sampai sekarang. Apalagi dengan era globalisasi dimana dampak budaya akan sangat kuat berpengaruh terhadap budaya kita.

B. TUJUAN PENULISAN MAKALAH

Berdasarkan latar belakang di atas maka, tujuan penulisan makalah ini adalah:

A. Untuk mengetahui paktor penyebab masuknya budaya luar ke dalam budaya Indonesia.

B. Untuk mengetahui dampak budaya luar terhadap perkembangan budaya Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN MASALAH

A. FAKTOR PENYEBAB MASUKNYA BUDAYA LUAR KE DALAM

BUDAYA INDONESIA

Letak Negara Indonesia merupakan letak yang paling strategis, karena terletak diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia, dan dua samudra yaitu samudra Indonesia samudra Hindia. Dengan letak yang strategis tersebut baik dunia perdagangan , atau bentuk lainnya akan mudah untuk datang ke Indonesia, sehingga tanpa disadari budaya yang mereka bawa akan berpengaruh terhadap budaya kita. Kita ambil contoh para pedagang Gujarat pada awalnya hanyalah berdagang dan pada akhirnya membawa ajaran agama Islam sehingga menjadi bentuk budaya baru yang awalnya menganut agama Hindu dan Budha dan agama Hindu-Budha pun adalah pengaruh dari luar yaitu India.

Masuknya budaya luar ke dalam budaya Indonesia di sebabkan oleh beberapa paktor antara lain :

1. Faktor Perekonomian khususnya faktor perdagangan

Faktor perdagangan membawa pengaruh besar terhadap

masuknya budaya luar terhadap budaya Indonesia. Pengaruh ini biasanya di awali dari daerah pesisir tempat berlabuh kapal-kapal pedagang. Masuknya budaya tersebut ada yang dengan cara damai dan ada pula dengan melalui kekerasan.

Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaanHindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.

Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.

2. Faktor Politik

Apabila meliah pada bukti sejarah bahwa Belanda menguasai Indonesia sampai 350 tahun, waktu yang cukup lama. Dengan melihat kenyataan ini sudah barang tentu budaya yang mereka bawa akan berpengaruh terhadap budaya kita, hal ini dapat kita lihat pada peninggalan benda-benda sejarah misalnya bagunan, karya seni, bahkan hukum. Dalam bidang seni Indonesia mengenal seni modern setelahnya Belanda masuk ke Indonesia. Masuknya budaya luar ini identik dengan kekerasan, dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan sebagai pengaruh kepentingan politik.

3.Faktor sosial dan globalisasi

Yang dimaksud dengan faktor sosial adalah hubungan antar negara. Hubungan ini tentunya akan membawa dampak terhadap budaya. Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu.

Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia.

Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.

Dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Produksi global atas produk lokal dan lokalisasi produk global Globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.(A.G. Mc.Grew, 1992). Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi.

Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain.

B. DAMPAK BUDAYA LUAR TERHADAP PERKEMBANGAN BUDAYA

INDONESIA

Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.

Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.

Budaya India mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan budaya Indonesia.Di mana pada awalnya hanyalah berupa hubungan dagang. Hubungan dagang tersebut kemudian berkembang menjadi proses penyebaran kebudayaan. Penyebaran budaya India tersebut menyebabkan:

a. Tersebarnya agama Hindu-Budha di kalangan masyarakat Indonesia

b. Dikenalnya sistem pemerintahan kerajaan

c. Dikenalnya bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa yang menandai masuknya zaman sejarah bagi masyarakat kepulauan Indonesia

d. Budaya India tersebut meninggalkan pengaruhnya pada

kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia terutama pada se-

ni pahat dan seni ukir.

Sedangkan masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia.

Diera globalisasi sudah jelas pengaruh budaya luar akan lebih mudah masuk karena di era ini jarak bukanlah hal yang menyulitkan. Bahkan kita bisa berkomunikasi dengan orang luar hanya cukup sambil duduk dikursi dengan menggunakan teknologi internet. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan terjadi interaksi antar masyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain, terutama pada kebudayaan daerah,seperti kebudayaan gotong royong,menjenguk tetangga sakit dan lain-lain. Globalisasi juga berpengaruh terhadap pemuda dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya berpakaian, gaya

rasa nasionalisme dan patriotism, rambut dan sebagainya.

Akan tetapi dalam perkembangannya globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan,misalnya :

· hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara ,

· terjadinya erosi nilai-nilai budaya menurun

· hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong - kehilangan kepercayaan diri

· gaya hidup kebarat-baratan

Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi. Pada hakekatnya bangsa Indonesia, juga bangsa-bangsa lain, berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh luar. Kemajuan bisa dihasilkan oleh interaksi dengan pihak luar, hal inilah yang terjadi dalam proses globalisasi. Oleh karena itu, globalisasi bukan hanya soal ekonomi namun juga terkait dengan masalah atau isu makna budaya dimana nilai dan makna yang terlekat di dalamnya masih tetap berarti.. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti anekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Keanekaragaman masyarakat Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai ekspresi keseniannya.

Dengan perkataan lain, dapat dikatakan pula bahwa berbagai kelompok masyarakat di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang sangat khas.Kesenian yang dikembangkannya itu menjadi model-model pengetahuan dalam masyarakat.

Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.

Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Khusus dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa. Sekarang ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di tv yang bermuara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll melalui stasiun televisi di tanah air. Belum lagi siaran tv internasional yang bisa ditangkap melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat Indonesia. Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah kita. Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam globalisasi budaya khususnya di negara ke tiga. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu saja. Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan juga dalam berbagai ekspresi kesenian tradisional di berbagai tempat di Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti semua kesenian tradisional mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi. Di sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, misalnya saja kesenian tradisional “Ketoprak” yang dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat. Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri, terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak panggung. Dari segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk kesenian tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Selain ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan teknologi mutakhir yaitu wayang kulit. Beberapa dalang wayang kulit terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto tetap diminati masyarakat, baik itu kaset rekaman pementasannya, maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian stasiun televisi Indosiar yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang kulit setiap malam minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat terhadap salah satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional pun tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan sekali dan pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan sekali yang diadakan di aula Kertarajasa, Museum Nasional.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Budaya atau kebudayaan berasal dari Bahasa Sansakerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam Bahasa Ingggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Kebudayaan asing memberikan pengaruh dalam kehidupan bangsa Indonesia dan khususnya memberikan pengaruh pada pembentukan kebudayaan Indonesia, yang disebabkan oleh beberapa paktor antara lain faktor ekonomi khususnya perdagangan, faktor politik , paktor sosial dan globalisasi.

Masuknya budaya luar ke dalam budaya Indonesia ada yang secara damai dan ada pula dengan kekerasan. Budaya yang masuk secara damai antara lain masuknya pengaruh agama yang di bawa para pedagang seperti Bangsa Gujarat dan India. Budaya ini tidak merusak tatanan budaya asli akan tetapi menambah dan memperkuat budaya setempat.

Budaya luar yang masuk melalui kekerasan biasanya berdampak terhadap tatanan sosial masyarakat. Sebagai contoh budaya Kolonialisme Belanda.

Diera globalisasi sudah jelas pengaruh budaya luar akan lebih mudah masuk karena di era ini jarak bukanlah hal yang menyulitkan. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan terjadi interaksi antar masyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain, terutama pada kebudayaan daerah.

Globalisasi juga berpengaruh terhadap pemuda dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya berpakaian, gaya rasa nasionalisme dan patriotism, rambut dan sebagainya.Akan tetapi dalam perkembangannya globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan,misalnya :

· hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara ,

· terjadinya erosi nilai-nilai budaya menurun

· hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong - kehilangan kepercayaan diri

· gaya hidup kebarat-baratan

Jadi dampak kebudayaan luar yang masuk ke Indonesia ada yang fositiv dan ada juga yang negative. Dalam mensikapinya hendaklak kita lebih jeli dan lebih selektif agar budaya tersebut tidak merusak budaya kita.

B. SARAN

Hendaklak kita lebih jeli dan lebih selektif dalam mensikapi budaya luar yang masuk kedalam budaya kita karena pengaruh tersebut akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan budaya kita, baik budaya positiv maupun budaya negative.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

http://wisnusaktipermadi.blogspot.com/2009http://rinahistory.blog.friendster.com/2009/03/pengaruh-budaya-asing-bagi-budaya-bangsa-indonesia/

http://yogahoho.wordpress.com/2010/10/29/pengaruh-kebudayaan-luar-bagi-remaja/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/pengaruh-kebudayaan-luar-terhadap-budaya-dalam-negeri/

http://www.anneahira.com/perbedaan-kebudayaan-dan-peradaban.htm

http://rendhi.wordpress.com/makalah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaan-daerah/

http://isbdti.blog.uns.ac.id/2009/11/09/makalah-perubahan-kebudayaan-karena-pengaruh-dari-luar/

http://rinahistory.blog.friendster.com/2009/03/pengaruh-budaya-asing-bagi-budaya-bangsa-indonesia/

Drs. H. Sapriya,M.Ed, Dra. Susilawati,M. Pd, Drs. Sadjarudin Nurdin, M,Pd, 2009, Konsep Dasar IPS, Bandung, UPI PRESS.